www.mfat.govt.nz www.safetravel.govt.nz
Go to home page - New Zealand Ministry of Foreign Affairs & Trade.

You are here: MFAT blogs > David Taylor > ASEAN – Half-yearly report / ASEAN – Laporan Pertengahan Tahun

ASEAN – Half-yearly report / ASEAN – Laporan Pertengahan Tahun

12th August 2011 by David Taylor, Jakarta | No Comments

Indonesia is now over half way through its term as chair of ASEAN. From where I sit, looking at its work on the international agenda, it’s been a good year to this point.    

At the regional level, the Russian Federation and United States have joined in East Asia Summit processes prior to full admission at the November 2011 Leaders Summit. Their presence has led to fresh focus on work plans, the importance of the security agenda, and confirmation that pre-existing work-streams will continue to be EAS priorities.    

The Russian delegates at the ASEAN meeting in Bali

 

 At the recent ASEAN Post Ministerial Conference (PMC) and ASEAN Regional Forum (ARF) meetings, some important developments occurred:    

· ASEAN and China agreed on guidelines on the implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea . This was the culmination of five years work and it opens the way for negotiations on a Code of Conduct to begin. The announcement certainly helped reduce prospects for tension on South China Sea issues in the PMC and ARF meetings – while concerns were still expressed, the tone of the debate was better than in 2010.    

· Negotiators from the Democratic Peoples Republic of Korea (DPRK) and the Republic of Korea (ROK) engaged for the first time in two years. While no breakthroughs were announced, the fact of dialogue was significant. Other delegations warmly welcomed the Korean Peninsula states taking the opportunity presented by the Bali meetings to talk in an atmosphere Indonesia had worked to make conducive to discussion and all encouraged further progress.The International Court of Justice (ICJ) preliminary finding on the Thai/Cambodia border dispute recognised the important role of ASEAN in resolving that conflict. This has the effect of helping entrench the view that ASEAN has the mandate to and therefore should take a lead role in mediating disputes between its member states. This is a positive endorsement of Indonesia ’s leadership in trying to help its partners find a way forward.    

· ASEAN announced that it now had a common position on issues related to negotiations with the five nuclear weapons states about the South East Asia Nuclear Weapons Free Zone (SEANFWZ). This cleared the way for negotiations with the nuclear powers about their accession to SEANWFZ.    

NZ Foreign Minister Murray McCully attends the ASEAN PMC and ARF meetings in Bali

 

 The PMC and ARF meetings also provided impetus for the development of new initiatives on disaster management ( New Zealand , along with Indonesia , Australia , Japan and others contributed ideas). We hope the East Asia Summit meeting in November will agree a package of activities.    

Foreign Minister Murray McCully at an EAS Foreign Ministers' Consultations in Bali

 

Indonesia also presented a first draft of a Bali Declaration on norms and principles of the EAS for consideration by Leaders at the East Asia Summit in November. Drawing on existing commitments and undertakings, the aim is to have a common platform for EAS members as the process develops.    

New Zealand had a meeting with ASEAN Ministers and Senior Officials (as did other dialogue partners) to review progress in our relationship. There was strong positive recognition of the efforts New Zealand has made to lift its engagement with ASEAN over the past couple of years, especially through flagship initiatives (ASEAN scholarships, agriculture diplomacy, disaster management cooperation and a young business leaders’ programme). New Zealand Foreign Minister Murray McCully was able to confirm that all ten ASEAN members would benefit from the flagship activities, as well as through the five year plan of action. Our challenge now is to implement the flagships and the plan.    

As I said at the outset, good progress has been made under Indonesia ’s leadership. Steady, incremental gains as the region works together are important and Indonesia has sought to advance on this basis recognising that this is the best way to achieve sustainable progress in this complex region.    

One of the ASEAN meeting sessions in Bali.

 

 ASEAN – Laporan Pertengahan Tahun    

Indonesia sekarang sudah menjalani setengah dari masa tugasnya sebagai kepala ASEAN. Dari sudut pandang saya, melihat kerja Indonesia dalam agenda internasional, sejauh ini adalah sebuah tahun yang baik untuk Indonesia .    

 Pada tingkat kawasan, Federasi Rusia dan Amerika Serikat telah bergabung di dalam proses Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS) sebelum keanggotaan penuh pada Pertemuan Tingkat Tinggi Para Pemimpin pada bulan November 2011. Kehadiran mereka telah berujung pada fokus yang lebih segar pada rencana-rencana kerja, pentingnya agenda keamanan, dan konfirmasi bahwa arus-arus kerja yang sudah ada akan tetap menjadi prioritas EAS.    

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono attends the 44th anniversary of ASEAN at the ASEAN Secretariat in Jakarta

 

 Pada pertemuan-pertemuan Konferensi Tingkat Menteri ASEAN (PMC) dan Forum Regional ASEAN (ARF) baru-baru ini, beberapa perkembangan penting terjadi:    

· ASEAN dan China menyepakati petunjuk-petunjuk untuk pelaksanaan Deklarasi tentang Perilaku dari Berbagai Pihak di Laut China Selatan. Hal ini adalah titik puncak dari kerja selama lima tahun dan hal ini membuka jalan untuk negosiasi tentang sebuah Kode Perilaku agar dapat dimulai. Pengumuman ini jelas membantu mengurangi prospek terjadinya ketegangan dalam isu-isu Laut China Selatan dalam pertemuan-pertemuan PMF and ARF – walau berbagai kekhawatiran masih tetap sempat diutarakan, intonasi dari perdebatan lebih baik dari apa yang terjadi pada tahun 2010.    

· Para negosiator dari Korea Utara dan Korea Selatan bertemu untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Walaupun tidak ada berbagai terobosan yang diumumkan, fakta terjadinya dialog sangatlah penting. Delegasi-delegasi yang lain menyambut dengan hangat negara-negara Semenanjung Korea yang telah mengambil peluang yang dipersembahkan oleh pertemuan-pertemuan di Bali untuk berbicara di dalam sebuah suasana yang Indonesia telah usahakan agar menjadi kondusif untuk diskusi dan kemajuan lebih jauh yang diinginkan.    

· Kesimpulan awal Mahkamah Internasional tentang perselisihan perbatasan Thailand/Kamboja mengakui pentingnya peran ASEAN dalam memecahkan konflik tersebut. Ini memiliki dampak yang membantu menekankan pandangan bahwa ASEAN memiliki mandat dan oleh karena itu harus mengambil peran utama dalam menengahi perselisihan-perselisihan di antara para anggotanya. Ini adalah sebuah dukungan yang positif atas kepemimpinan Indonesia dalam usahanya untuk membantu para anggota mencari jalan ke depan.    

ASEAN Secretary General Surin Pitsuwan, President Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesian Foreign Minister Marty Natalegawa, and the ASEAN members' Ambassadors

 

  · ASEAN mengumumkan bahwa ia sekarang memiliki sebuah posisi yang sama pada berbagai isu yang berhubungan dengan negosiasi-negosiasi dengan lima negara yang memiliki senjata nuklir tentang Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ). Ini melapangkan jalan untuk negosiasi-negosiasi dengan kekuatan-kekuatan nuklir tersebut tentang bergabungnya mereka ke SEANWFZ.    

Pertemuan-pertemua PMC dan ARF juga menyediakan dorongan untuk pengembangan dari inisiatif-inisiatif baru tentang tata kelola bencana alam (Selandia Baru, bersama dengan Indonesia , Australia , Jepang dan beberapa lainnya menyumbang berbagai ide). Kami harap Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur pada bulan November akan menyepakati sebuah paket kegiatan dalam bidang ini.    

Indonesia juga mengajukan sebuah rencana awal dari Deklarasi Bali tentang norma-norma dan prinsip-prinsip dari EAS untuk dipertimbangkan oleh para Pemimpin di Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur pada bulan November. Melihat komitmen-komitmen dan usaha-usaha yang sudah ada, tujuan yang ingin dicapai adalah dimilikinya sebuah platform bersama untuk para anggota EAS sejalan dengan proses yang terus berkembang.    

Flags of ASEAN and ASEAN member countries at the ASEAN Secretariat in Jakarta

 

 Selandia Baru mengadakan sebuah pertemuan dengan para Menteri dan Pejabat Senior ASEAN (begitu juga yang dilakukan oleh para mitra dialog lainnya) untuk melihat kemajuan dalam hubungan kita. Terdapat pengakuan positif atas berbagai upaya yang Selandia Baru telah lakukan untuk meningkatkan hubungannya dengan ASEAN dalam beberapa tahun belakangan ini, terutama melalui berbagai inisiatif utama (beasiswa ASEAN, diplomasi pertanian, kerja sama tata kelola bencana alam, dan program pemimpin muda dunia usaha). Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murray McCully dapat memastikan bahwa sepuluh negara anggota ASEAN akan menikmati keuntungan dari berbagai inisiatif utama tersebut, dan juga melalui rencana aksi lima tahun. Tantangan kami sekarang adalah untuk menerapkan berbagai inisiatif utama dan rencana tersebut.    

Seperti yang saya ucapkan pada permulaan tadi, kemajuan yang bagus telah dilakukan di bawah kepemimpinan Indonesia. Pencapaian-pencapaian yang mantap dan bertahap sejalan dengan kawasan ini bekerja bersama-sama adalah penting, dan Indonesia telah berusaha untuk maju berdasarkan hal ini, mengakui bahwa hal ini adalah jalan yang terbaik untuk mencapai kemajuan berkelanjutan di kawasan yang rumit ini.    

ASEAN's flag-hoisting ceremony at the organisation's 44th anniversary

 

A cultural performance at the ASEAN's 44th anniversary

Comments are moderated. Please read our terms and conditions before posting.

Leave a Reply

Our terms and conditions