www.mfat.govt.nz www.safetravel.govt.nz
Go to home page - New Zealand Ministry of Foreign Affairs & Trade.

You are here: MFAT blogs > David Taylor > ASEAN Ambassadors rate relations with New Zealand as “sweet as”

ASEAN Ambassadors rate relations with New Zealand as “sweet as”

23rd October 2013 by David Taylor, Jakarta | 4 Comments

“Sweet as!” became the phrase of the moment for ASEAN’s Committee of Permanent Representatives (CPR) when they visited New Zealand in August.

The CPR is a group of 10 Ambassadors from South East Asian nations representing their countries in Jakarta at the ASEAN Secretariat.  They contribute across the board to the management and implementation of the ambitious ASEAN agenda of political and security cooperation, economic cooperation and socio-cultural cooperation.   They also act as the interface between ASEAN countries and the dialogue partners, the 13 countries and organisations (including New Zealand) that have a formal and regular process of dialogue with ASEAN.

The CPR were established under the ASEAN Charter in 2008.  In recent years they have visited some of the dialogue partner countries for discussions and to learn more about the relationships and issues in play.

We invited them plus a senior ASEAN Secretariat official to New Zealand for a five day visit.

ASEAN-1

The ASEAN Committee of Permanent Representatives and a representative from Fonterra at Fonterra’s Te Rapa processing plant in the Waikato.

We kicked the process off in Wellington with meetings with Foreign Minister Murray McCully and Trade Minister Tim Groser.  Both underscored the importance New Zealand attaches to its relations with ASEAN countries  and the centrality of ASEAN for New Zealand’s engagement with the wider Asia-Pacific region.  The Ambassador of Laos, Latsamy Keomany, responded that the relationship was “healthy and on track”.  All welcomed the decision to hold a commemorative summit in 2015 to celebrate 40 years of the dialogue partnership between ASEAN and New Zealand.   This will be an opportunity to chart the way ahead and to check progress on implementation of the Government’s ASEAN Partnership Strategy launched in July.

During the remainder of the visit, there was a strong focus on areas where New Zealand is seeking to deliver support to ASEAN, drawing on our capabilities and addressing ASEAN needs.  Among the areas highlighted were:

Our ASEAN friends came away from the visit more deeply informed about the contributions New Zealand is making and can make to stronger relations between our countries.  Feedback since the visit has focused on the high level of knowledge and awareness among the people they met about ASEAN, delight at the positive feedback they got from students from their countries studying at our institutions, and their commitment to working with us to take the relationship up another level at the 2015 Summit.

ASEAN-2

HE I Gede Ngurah Swajaya, the Indonesian Permanent Representative to ASEAN meets Indonesian students in New Zealand

“Sweet as” is a kiwi slang expression, meaning “all’s good”.  Trevor, our bus driver in Hamilton and Auckland used the expression all the time and it took hold.

I know the ASEAN Ambassadors think the relationship is in great shape but hope they are also using “sweet as” in their consultations in Jakarta now – a colloquial New Zealand contribution to ASEAN to sit alongside all the substantive things we do together and which we highlighted in the recent visit.

 Para Duta Besar ASEAN Menilai Hubungan dengan Selandia Baru sebagai “Sweet As”

“Sweet as!” menjadi frase yang sering digunakan untuk oleh Komite Perwakilan Tetap ASEAN (CPR) ketika mereka mengunjungi Selandia Baru pada bulan Agustus.

CPR adalah sebuah kelompok yang terdiri dari 10 Duta Besar dari bangsa-bangsa Asia Tenggara yang mewakili negara-negara mereka di Jakarta di Sekretariat ASEAN. Merek berkontribusi secara keseluruhan terhadap pengelolaan dan penerapan dari berbagai agenda kerja sama politik dan keamanan, ekonomi dan sosial budaya yang ambisius. Mereka juga berperan sebagai titik temu antara negara-negara ASEAN dan para mitra dialognya, ke 13 negara dan berbagai organisasi (termasuk Selandia Baru) yang memiliki sebuah proses dialog formal dan reguler dengan ASEAN.

CPR didirikan di bawah kerangka Piagam ASEAN pada tahun 2008. Dalam beberapa tahun belakangan ini, mereka telah mengunjungi beberapa negara mitra dialog untuk berbagai pembicaraan dan untuk belajar lebih jauh tentang berbagai hubungan dan permasalahan yang ada.

Kami mengundang mereka plus satu pejabat senior Sekretariat ASEAN ke Selandia Baru untuk sebuah kunjungan selama lima hari.

Kami memulai prosesnya di Wellington dengan pertemuan-pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Murray McCully dan Menteri Perdagangan Tim Groser. Keduanya menggarisbawahi kepentingan yang Selandia Baru kaitkan ke berbagai hubungannya dengan berbagai negara ASEAN dan sentralitas ASEAN untuk hubungan Selandia Baru dengan kawasan Asia Pasifik yang lebih luas. Duta Besar Laos, Latsamy Keomany, merespons bahwa hubungan yang ada “sehat dan pada jalur yang benar”. Semuanya menyambut keputusan untuk mengadakan sebuah pertemuan tingkat tinggi pada tahun 2015 untuk merayakan 40 tahun dari kemitraan dialog antara ASEAN dan Selandia Baru. Ini akan menjadi sebuah peluang untuk menentukan jalan ke depan dan untuk memeriksa kemajuan dalam penerapan Strategi Kemitraan ASEAN dari Pemerintah Selandia Baru yang diluncurkan pada bulan Juli yang lalu.

Dalam sisa waktu kunjungan tersebut, terdapa sebuah titik berat kuat pada berbagai bidang di mana Selandia Baru berusaha untuk menyampaikan dukungan untuk ASEAN, dengan memanfaatkan berbagai kapabilitas kami dan dengan menjawab berbagai kebutuhan ASEAN. Di antara beberapa bidang yang ditekankan adalah:

Para kawan ASEAN kami mendapatkan dari kunjungan ini informasi yang lebih dalam tentang berbagai kontribusi yang Selandia Baru sedang lakukan dan dapat berikan untuk berbagai hubungan yang lebih erat di antara negara kita. Respons sejak kunjungan tersebut telah dititikberatkan pada tingginya tingkat pengetahuan dan kesadaran di antara orang-orang yang mereka temui tentang ASEAN, respons positif yang mereka dapatkan dari para siswa dari negara-negara tersebut yang sedang belajar di berbagai institusi kami, dan komitmen mereka untuk bekerja bersama kami untuk membawa hubungan ini ke tingkat yang lebih tinggi pada pertemuan tingkat tinggi 2015.

“Sweet as” adalah sebuah ungkapan slang Selandia Baru, yang berarti “semuanya bagus”. Trevor, pengemudi bis kami di Hamilton dan Auckland menggunakan ungkapan ini setiap saat dan ungkapan tersebut menjadi selalu teringat.

Saya tahu bahwa para Duta Besar ASEAN berpendapat bahwa hubungan ini dalam bentuk yang sangat baik tetapi saya harap juga akan menggunakan “sweet as” dalam berbagai konsultasi mereka di Jakarta sekarang – sebuah kontribusi bahasa informal kami untuk ASEAN untuk duduk berdampingan bersama semua hal penting lainnya yang kita lakukan bersama dan yang kami tekankan pada kunjungan baru-baru ini tersebut.

 

4 Responses to “ASEAN Ambassadors rate relations with New Zealand as “sweet as””

  1. Elizabeth P. Buensuceso , PR of the Philippines to ASEAN Elizabeth P. Buensuceso , PR of the Philippines to ASEAN says:

    ‘Sweet as’ cannot describe enough my admiration for the people of Christchurch who once again taught me that the greatest adversities give birth to the greatest triumphs. But it will do to describe my gratitude to Amb David Taylor, the NZ MFAT and their able team who assured that the trip was fruitful and memorable.

    Of special interest to me, of course, was the trip to Hobbiton. Being a TLOR and The Hobbit buff myself( ask me anything about the series), it was especially memorable to me to have a feel of the majestic landscape where most of the scenes were shot. Thanks NZ for giving me a special treat!

  2. Walter Ty Walter Ty says:

    That disaster risk management component was timely considering the recent magnitude 7.2 quake which struck the Central Philippine provinces of Bohol & Cebu on 15 October with 190 fatalities – a figure close to the 185 fatalities of the 22 February 2011 Christchurch earthquake. It’s fortunate that Eid’l Adha was declared a non-working holiday in the Philippines, minimising the number of fatalities.

  3. Elizabeth P. Buensuceso , PR of the Philippines to ASEAN Elizabeth P. Buensuceso , PR of the Philippines to ASEAN says:

    Thank you, New Zealand , for rushing to the aid of the victims of Hai Yan in the Philippines. We will never forget your kindness to our people. God bless you.

  4. David Taylor David Taylor says:

    Ambassador Buensuceso, thank you for your gracious remarks. It was a pleasure to enable you and the other members of the Committee of Permanent Representatives to learn more about New Zealand across a broad front. The knowledge gained, along with that shared by the ASEAN side, will help strengthen two-way ties as we look ahead to the 40th anniversary of the ASEAN New Zealand Dialogue Partner relationship in 2015.

Comments are moderated. Please read our terms and conditions before posting.

Leave a Reply

Our terms and conditions