www.mfat.govt.nz www.safetravel.govt.nz
Go to home page - New Zealand Ministry of Foreign Affairs & Trade.

You are here: MFAT blogs > David Taylor > Burgeoning Education Relations

Burgeoning Education Relations

15th April 2014 by David Taylor, Jakarta | No Comments

I’ve written a few blogs on the education theme, but thought an update on some work streams might be worthwhile.

We’re deepening our engagement with Indonesia at the institution to institution level.  Some 18 agreements between institutions have been finalised over the past year or so.  In recent weeks, the University of Auckland has just completed new agreements and engaged with some other potential partners as well.  Last week, Victoria University of Wellington signed a new agreement with Universitas Indonesia which will pave the way for a joint business degree.

Through the aid programme, New Zealand recently launched an innovative project with Universitas Gadjah Mada (UGM) in Yogyakarta called CaRED (Community Resilience and Economic Development).  This will support activities implemented by UGM in partnership with New Zealand and Indonesian organisations, universities, local governments and the private sector.  It builds on a long history of collaboration between New Zealand and UGM.  Early approved initiatives include community based enterprise development in Murotai Island, Maluku; geothermal energy research, training and capacity development in Eastern Indonesia working with New Zealand partners; and local community capacity building around natural disaster risks in small islands, complementing existing aid cooperation with Indonesia.   We’re investing around NZ$3 million (Rp 29billion) over the next four years in the CaRED project.

Also through the aid programme we are currently implementing training on disaster risk management, building capability in key quarantine facilities around Indonesia, and similarly in Indonesia’s state-owned geothermal company, PGE.  Plans to support up to 7,000 dairy farmers in Java and Sumatra are nearing completion and the next round of 50 postgraduate aid scholarships is open (closing date 22 April – please open the following link for more info on our scholarship programme www.aid.govt.nz/funding-and-contracts/scholarships/eligible-countries/indonesia

We’re eager to build stronger relationships with Indonesians who have studied in New Zealand too.  Auckland University Vice Chancellor Stuart McCutcheon’s recent visit provided a great opportunity to connect with over 100 alumni from that institution.  More events are planned.

And we had what I think were our best education fairs yet in Surabaya and Jakarta with large numbers of Indonesian families and prospective students coming to check out what is on offer.  New Zealand’s Minister of Tertiary Education Stephen Joyce opened the Jakarta fair and connected with the 32 institutions involved, as well as meeting some of the visitors to the fair.  

Minister Joyce in Indonesia

Minister Joyce in Indonesia

The fairs underlined the reality that New Zealand offers some of the best education in the world (all of our 8 universities are ranked in the world top 400 and our education system at all levels has long been highly regarded and rated), in a safe and friendly environment at competitive cost. 

So whether the links are between institutions, capacity building through the aid programme, around people that have already studied in New Zealand or our efforts to invite more Indonesians to study in New Zealand, there’s a lot of work going on.  There’s also a strong commitment from New Zealand’s education sector, from government agencies and from business to doing more with Indonesia.

If this were a report card, I’d say we’re making good progress (but can still do better!) and the foundation that’s been built is now increasingly strong.  

Hubungan Pendidikan yang Berkembang

Saya telah menulis beberapa blog tentang bertema pendidikan, tetapi saya pikir update tentang beberapa pekerjaan mungkin berharga.

Kami sedang memperdalam hubungan kami dengan Indonesia pada tataran institusi ke institutsi. Kurang lebih 18 perjanjian di antara berbagai institusi telah diselesaikan setahun belakangan ini. Dalam beberapa minggu terakhir ini, Universitas Auckland baru saja menyelesaikan beberapa persetujuan dan berhubungan dengan beberapa mitra potensial lainnya. Minggu lalu, Victoria University of Wellington menandatangani sebuah perjanjian baru dengan Universitas Indonesia yang akan membuka jalan untuk sebuah gelar bisnis bersama.

Melalui program bantuan, Selandia Baru baru-baru ini meluncurkan sebuah projek inovatif dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta yang bernama CaRED (Community Resilience and Economic Development).  Projek ini akan mendukung berbagai aktivitas yang dilaksanakan oleh UGM dalam kemitraan dengan berbagai organisasi, universitas Selandia Baru dan Indonesia, pemerintah lokal dan sektor swasta. Ini dibangun di atas sejarah kolaborasi yan panjang antara Selandia Baru dan UGM. Beberapa inisiatif awal yang sudah disetujui mencakup pembangunan usaha berbasis komunitas di Pulau Morotai, Maluku; penelitian, pelatihan dan pembangunan kapasitas energy panas bumi di Indonesia Timur bekerja sama dengan para mitra Selandia Baru;  dan pembangunan kapasitas lokal dalam bidang resiko bencana alam di pulau-pulau kecil, yang melengkapi kerjasama bantuan yang sudah terjalin dengan Indonesia.  Kami menginvestasikan sekitar  NZ$3 juta (Rp 29 milyar) selama empat tahun ke depan di projek CaRED tersebut.

Juga melalui program bantuan, kami saat ini sedang melaksanakan pelatihan tentang tata kelola resiko bencana, pembangunan kapasitas di berbagai Fasilitas karantina utama seantero Indonesia, dan juga di perusahaan panas bumi milik negara , PGE.  Berbagai rencana untuk mendukung sampai 7,000 peternak susu di Jawa dan Sumatera hampir selesai dan putaran berikutnya dari 50 beasiswa pascasarjana sekarang sedang dibuka (dan akan tutup pada tanggal 22 April – kunjungi link berikut ini untuk info tentang beasiswa www.aid.govt.nz/funding-and-contracts/scholarships/eligible-countries/indonesia

Kami bersemangat untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang-orang Indonesia yang telah belajar di Selandia Baru juga. Kunjungan Rektor Universitas Auckland Stuart McCutcheon baru-baru ini menyediakan sebuah peluang besar untuk berhubungan dengan lebih dari 100 alumni dari institusi tersebut. Berbagai acara lainnya direncanakan.

Dan kami mengadakan apa yang saya pikir sebagai pameran pendidikan terbaik kami sejauh ini di Surabaya dan Jakarta dengan jumlah besar keluarga-keluarga Indonesia dan para calon siswa menghadiri untuk meilhat apa yang ditawarkan. Menteri Pendidikan Tinggi Selandia Baru Stephen Joyce membuka pameran pendidikan di Jakarta dengan 32 institusi terlibat, dan juga bertemu dengan beberapa pengunjung pameran tersebut.

Pameran-pameran pendidikan ini menggarisbawahi kenyataan bahwa Selandia Baru menawarkan beberapa pendidikan tinggi terbaik di dunia (semua dari delapan universitas kami masuk dalam peringkat 400 universitas terbaik dunia dan sistem pendidikan kami pada semua tingkatan telah lama dipandang dan dinilai tinggi), dalam sebuah lingkungan yang aman dan bersahabat pada harga yang kompetitif.

Jadi, baik hubungan antara institusi, pembangunan kapasitas melalui program bantuan, di sekitar orang-orang yang telah belajar di Selandia Baru atau berbagai upaya kami untuk mengundang lebih banyak orang Indonesia lagi untuk belajar di Selandia Baru, terdapat banyak pekerjaan yang sedang berjalan. Terdapat juga sebuah komitment yang kuat dari sektor pendidikan Selandia Baru, dari berbagai lembaga pemerintah dan dari dunia usaha untuk berbuat lebih banyak lagi dengan Indonesia. S

Bila ini adalah sebuah rapot, saya akan katakana bahwa kami sedang membuat sebuah kemajuan yang bagus (tetapi dapat berbuat lebih bagus lagi!) dan fondasi yang telah dibangun semakin kuat.

 

Comments are moderated. Please read our terms and conditions before posting.

Leave a Reply

Our terms and conditions