www.mfat.govt.nz www.safetravel.govt.nz
Go to home page - New Zealand Ministry of Foreign Affairs & Trade.

You are here: MFAT blogs > David Taylor > Helping Street Kids / Membantu Anak-Anak Jalanan

Helping Street Kids / Membantu Anak-Anak Jalanan

23rd January 2013 by David Taylor, Jakarta | 1 Comment

One of the sad realities of big cities is that there are children living on the margins. But the upside is that there is often people wanting to help them.

Last year the Embassy was pleased to support Puspita Foundation, an organisation dedicated to improving the lives of underprivileged and marginalised young people. Over the years hundreds of children have received help from Puspita Foundation, passing through a modest house in Duren Sawit, East Jakarta.

The founders of Puspita, Pak Aang and Ibu Umi, instill strong ethics and values in the children while they teach, clothe and feed them.

A generous donation of land by Susi Sabar in Pasir Angin, Cpiayaung, enabled Puspita to consider expanding last year with the development of a two storey 120m2 building that will host the Foundation’s “English Camp” activity. This will be a base for teaching English as well as practical skills.

A grant from the Embassy’s Head of Mission Fund enabled the new building to be constructed. I was surprised and delighted to find that they had called this “Rumah Selandia Baru” (“New Zealand House”) with rooms named after New Zealand university cities.

The official opening of the facility involved a great performance by students from Puspita focused on the life story of one of the trainers. It was heart-warming and funny and when it finished there were many dabbing tears from their eyes. It was great to see how a child’s life can be turned around in a caring and nurturing environment.

Since the opening, kiwi Helen Henry has been a regular volunteer supporting Puspita’s work along with others who contribute their time to help make a difference. Helen says, “The children are incredible with their positive and happy personalities, their curious minds and their willingness to welcome strangers into their lives. We are doing a lot more group discussions and role plays which enables them to practice their English”.

The New Zealand International School has also made a generous contribution of computer equipment and an offer of some staff time to help Puspita.

In Indonesian, the foundation’s name means “The Flower Foundation”. Very apt given the difference that all the great people involved are making to many lives. We were delighted to support the new facility and wish Puspita, its founders, benefactors, staff and students every success.

Membantu Anak-Anak Jalanan

Salah satu kenyataan menyedihkan dari kota-kota besar adalah terdapatnya anak-anak yang terpinggirkan. Tapi untungnya terdapat banyak orang yang ingin membantu mereka.

Tahun lalu, Kedutaan Besar Selandia Baru senang bisa mendukung Yayasan Puspita, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk memperbaiki kehidupan dari orang-orang muda yang kurang beruntung dan terpinggirkan. Selama beberapa tahun belakangan ini ratusan anak-anak telah menerima bantuan dari Yayasan Puspita, melalui sebuah rumah sederhana di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Para pendiri Puspita, Pak Aang and Ibu Umi, menanamkan berbagai etika dan nilai yang kuat ke dalam anak-anak tersebut ketika mereka mengajar, memberi pakaian, dan memberikan makan kepada mereka.

Sebuah sumbangan royal dalam bentuk tanah oleh Ibu Suzie Budiatni di Pasir Angin, Cipayung, memungkinkan Puspita untuk memikirkan untuk meluaskan kegiatannya tahun lalu dengan pembangunan bangunan dua tingkat seluas 120m2 yang akan menjadi tempat aktivitas “Perkemahan Bahasa Inggris” yayasan tersebut. Ini akan menjadi sebuah dasar untuk mengajarkan bahasa Inggris dan berbagai keterampilan praktis.

Sebuah hibah dari Dana Duta Besar Kedutaan Besar Selandia Baru memungkinkan gedung baru ini untuk dibangun. Saya kaget dan senang untuk mengetahui bahw mereka telah menamai gedung tersebut “Rumah Selandia Baru” (“New Zealand House”) dengan berbagai ruangan yang dinamai kota-kota universitas Selandia Baru.

Pembukaan resmi dari fasilitas ini mencakup sebuah pertunjukan hebat oleh para murid dari Puspita yang memfokuskan pada kisah hidup dari salah satu pelatihnya. Pertunjukannya menghangatkan hati dan lucu dan ketika berakhir banyak air mata yang menitik dari mata mereka. Sangatlah menyenangkan untuk melihat bagaimana hidup seorang anak dapat diputarbalikkan dalam sebuah lingkungan yang penuh perhatian dan perawatan.

Sejak pembukaan, warga Selandia Baru Helen Henry telah menjadi sukarelawan reguler yang mendukung pekerjaan Puspita bersama dengan yang lainnya menyumbangkan waktu mereka untuk membantu membuat sebuah perubahan. Helen berkata, “Anak-anak ini sungguh mengagumkan dengan kepribadian mereka yang positif dan gembira, rasa keingintahuan mereka dan kemauan mereka untuk menerima orang asing ke dalam hidup mereka. Kami sekarang melakukan lebih banyak diskusi kelompok dan permainan peran yang memungkinkan mereka untuk mempraktekan bahasa Inggris mereka”.

The New Zealand International School juga telah memberikan sebuah sumbangan royal dalam bentuk peralatan komputer.

Dalam bahasa Indonesia, nama yayasan ini berarti “Yayasan Bunga.” Nama ini sangat cocok mengingat perbedaan yang semua orang hebat yang terlibat sedang hasilkan untuk banyak kehidupan. In Indonesian, the foundation’s name means “The Flower Foundation”. Kami sangat senang untuk mendukung fasilitas baru ini dan mendoakan Puspita, para pendirinya, para donaturnya, staf dan muridnya kesuksesan.

One Response to “Helping Street Kids / Membantu Anak-Anak Jalanan”

  1. adil adil says:

    the country and its people reflects in the ambassador’s work. H.E david taylor showed us a power of trust, a real different from other embassies i’ve ever known. no need official agenda or bureaucracy to meet him. i love kind of his leadership.

Comments are moderated. Please read our terms and conditions before posting.

Leave a Reply

Our terms and conditions