www.mfat.govt.nz www.safetravel.govt.nz
Go to home page - New Zealand Ministry of Foreign Affairs & Trade.

You are here: MFAT blogs > David Taylor > Yakkum Rehabilitation Centre / Pusat Rehabilitasi Yakkum

Yakkum Rehabilitation Centre / Pusat Rehabilitasi Yakkum

21st October 2011 by David Taylor, Jakarta | 2 Comments

Bill Russell is a Kiwi who runs Education Network Indonesia to promote New Zealand education services. He invited me recently to visit Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY), a centre in Jogjakarta that provides assistance to disabled children and young adults.

Bill explained that PRY was founded by the late Colin McLennan in 1982 following a visit he made to Indonesia associated with Scouting New Zealand. Colin was motivated to try and help disabled people, many of whom were begging to make ends meet. Until his death in 2007, Colin worked passionately to assist PRY, working closely with staff at the facility on his visits to Indonesia.

The original idea was that PRY would help young people from very poor backgrounds. They had to be physically capable of being rehabilitated to earn a living, be under 25 years of age and not receiving aid from other sources.

Ambassador Taylor with some of the young disabled Indonesians at Yakkum Rehabilitation Centre

PRY was established with support from the Presbyterian, Methodist and Anglican churches in New Zealand. The Rehabilim Trust was set up as church funding eased in subsequent years. Bill is now chair of the Trust and has been for almost 20 years. PRY receives very limited government support and continues to rely upon the generosity of the community.

The centre in Jogjakarta provides assistance to over 200 young people. It has its own workshops for making prosthetics; metal work (where I saw a motorbike being adapted to become a three-wheeler) and craft and toy-making (the shop featured some wonderful items for young children). Parents are welcome with their children to observe the benefits of rehabilitation and, no doubt, to share the success stories within their communities.

PRY helps train students and has been a pioneer in Community Based Rehabilitation. I met some wonderful young people at the centre. Trimah has been making beautiful batik using her feet instead of hands. Puji performed guitar using her feet on the fret board and to pluck strings. A larger group greeted me with lively songs, and I met the teams working on prosthetics and metal-working. It was all impressive and moving.

The leadership team of Mr Leksono Subanu, Chairman of PRY’s Governing Board; Dr Maria Widagdo (an Australian trained doctor of Medicine), Director of Pusat Rehabilitasi; Ibu Arshinta, Director of the Yakkum Emergency Unit; and Dr Sari, Deputy Director of the Emergency Unit were on hand to explain PRY’s activities.

They briefed me on PRY’s work in the aftermath of recent disasters, including the Mount Merapi volcanic eruption and the Mentawai tsunami last year. They responded rapidly, providing care for people who lost limbs. Yakkum have also extended their network with the establishment of a centre in Bali, founded and managed by one of the graduates of the Jogja centre, Mr I Latra Nengah.

New Zealand has made several contributions to the facilities, including a hydro-therapy pool and sewing machines. Several New Zealand politicians have visited the centre over the years, including the late Prime Minister David Lange.

Although the founders of PRY were Christian and the centre continues to have links to Christian churches, over 80 per cent of those receiving help are Muslim. This cross-faith effort to help the disabled and disadvantaged has made a difference for thousands of families over the years.

Rehabilim Trust is looking to provide scholarships for around 10 Indonesian students to attend local universities. The scholarships will be worth about NZ$1000 each to cover tuition fees or training fees for entrepreneurial young disabled Indonesians who aspire to achieving their goals of self sufficiency.

If any reader wishes to consider helping the PRY directly or through the Rehabilim Trust they can contact PRY at support@rehabiliatsi-yakkum.or.id or Rehabilim at rehabilimtrust@xtra.co.nz.

It was a pleasure to see a joint Indonesian-Kiwi effort to help people with real needs. The impact the training at PRY is having on young people’s lives is enormous, and the confidence of the students and passion of the staff were wonderful to experience.

We were delighted that in the week following my visit Dr Sari travelled to New Zealand to brief the aid community on the work that PRY does during disasters, particularly at the community level and in Eastern Indonesia.

I’m grateful to Bill for the introduction and to the staff and students of PRY for a very warm welcome. I wish all well with their continued endeavours to make a lasting difference to communities, families and individuals with disabilities.

Pusat Rehabilitasi Yakkum

Bill Russell, orang Selandia Baru yang mengelola Education Network Indonesia untuk mempromosikan jasa-jasa pendidikan Selandia Baru, mengundang saya baru-baru ini ke Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY), sebuah pusat di Yogyakarta yang menyediakan bantuan untuk anak-anak dan orang muda dewasa yang menyandang cacat.

Bill menjelaskan bahwa PRY didirikan oleh mendiang Colin McLennan pada tahun 1982 setelah sebuah kunjungan yang ia lakukan ke Indonesia yang terkait dengan program Scouting New Zealand. Colin terdorong untuk mencoba membantu para penyandang cacat, yang banyak di antara mereka menjadi pengemis untuk mencukupi kebutuhannya. Sampai kematiannya pada tahun 2007, Colin bekerja dengan bersemangat untuk membantu PRY dan bekerja dengan erat dengan para staf di fasilitas tersebut dalam kunjungan-kunjungannya ke Indonesia .

Pemikiran awalnya adalah PRY akan membantu orang muda dari latar belakang sangat miskin; mereka harus dapat secara fisik direhabilitasi untuk mendapatkan nafkah; di bawah usia 25 tahun; dan tidak menerima bantuan dari sumber-sumber lain.

PRY dibentuk dengan dukungan dari gereja-gereja Presbyterian, Methodist and Anglican di Selandia Baru. The Rehabilim Trust dibentuk di kemudian hari sejalan dengan berkurangnya pendanaan dari gereja. Bill sekarang adalah ketua dari Trust tersebut dan telah menjadi ketua selama hampir 20 tahun. PRY menerima dukungan dana pemerintah yang sangat terbatas dan tetap bergantung pada kemurahan hati masyarakat,

Pusat di Yogyakarta ini menyediakan bantuan untuk lebih dari 200 orang muda. Ia memiliki bengkel-bengkelnya sendiri untuk membuat prosthetics (bagian tubuh palsu); kerajinan metal (di mana saya melihat sebuah sepeda motor dirubah menjadi motor beroda tiga) dan kerajinan dan pembuatan mainan (tokonya memamerkan beberapa barang indah untuk anak kecil). Para orang tua diterima dengan anak-anaknya sehingga keuntungan-keuntungan dari rehabilitasi terlihat dan, tanpa ragu, kisah-kisah sukses dibagi dalam komunitas.

PRY membantu melatih para murid dan telah menjadi pioner dalam Rehabilitasi Berbasis Komunitas. Saya bertemu beberapa orang muda yang sangat baik di pusat ini. Trimah telah membuat batik yang indah menggunakan kakinya ketimbang tangannya. Puji bermain gitar menggunakan kaki pada gagang gitar dan untuk memetik dawainya. Sebuah kelompok yang lebih besar menyambut saya dengan lagu-lagu yang indah. Saya bertemu dengan kelompok-kelompok yang mengerjakan prosthetics dan kerajinan metal. Semuanya sangat mengagumkan dan mengharukan.

Tim pimpinan dari PRY Bapak Leksono Subanu, Ketua dari Dewan Pimpinan PRY; Dr Maria Widagdo (seorang dokter lulusan Australia), Direktur Pusat Rehabilitasi; Ibu Arshinta, Direktur dari Unit Darurat Yakkum; dan Dr Sari, Wakil Direktur dari Unit Darurat ada untuk menjelaskan berbagai kegiatan PRY.

Mereka menjelaskan ke saya tentang kerja PRY dalam masa setelah berbagai bencana akhir-akhir ini, termasuk letusan gunung berapi Merapi dan tsunami di Mentawai pada tahun yang lalu. Mereka merespons secara cepat, menyediakan perawatan untuk orang-orang yang kehilangan tangan atau kaki. Yakkum juga telah memperluas jaringannya dengan pembentukan sebuah pusat di Bali , yang didirikan dan dikelola oleh salah satu lulusan pusat di Jogja, Bapak I Latra Nengah.

Selandia Baru telah memberikan beberapa sumbangan untuk fasilitas-fasilitas ini, termasuk sebuah kolam terapi air dan beberapa mesin jahit. Beberapa politisi Selandia Baru telah mengunjungi pusat ini, termasuk mendiang Perdana Menteri David Lange.

Walaupun para pendiri PRY adalah orang Kristen dan pusat ini tetap memiliki hubungan-hubungan dengan gereja-gereja Kristen, lebih dari 80 persen penerima bantuan adalah orang Islam. Upaya lintas agama untuk membantu para penyandang cacat dan para orang yang kurang mampu telah membuat perubahan untuk ribuan keluarga selama ini.

Rehabilim Trust sedang mempertimbangkan untuk menyediakan beasiswa untuk 10 murid Indonesia untuk belajar di universitas-universitas lokal. Beasiswa ini akan bernilai sekitar NZ$1000 per beasiswa untuk membayar uang sekolah or uang iuran latihan untuk orang-orang muda penyandang cacat Indonesia berjiwa wiraswasta yang bercita-cita untuk meraih tujuan kemandirian.

Jika para pembaca ingin menolong PRY secara langsung atau melalui the Rehabilim Trust, mereka dapat menghubungi PRY di support@rehabiliatsi-yakkum.or.id atau Rehabilim at rehabilimtrust@xtra.co.nz.

Sebuah kebahagiaan untuk melihat sebuah upaya gabungan Indonesia-Selandia Baru untuk membantu orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan. Efek dari pelatihan yang diberikan oleh PRY pada kehidupan-kehidupan orang-orang muda ini sangatlah besar, dan rasa percaya diri dari para murid dan semangat dari para staf sangatlah indah untuk dialami.

Kami sangat senang bahwa pada minggu setelah kunjungan saya, Dr Sari berkunjung ke Selandia Baru untuk memberikan penjelasan kepada komunitas bantuan di sana tentang kerja yang PRY lakukan dalam masa bencana, terutama di level komunitas dan di bagian timur Indonesia.

Saya berterima-kasih kepada Bill untuk pengenalannya dan kepada para staf dan murid dari PRY untuk sambutannya yang sangat hangat. Saya doakan semuanya lancar dengan usaha-usaha lanjutan mereka untuk membuat sebuah perubahan yang bertahan untuk komunitas, keluarga, dan individu-individu dengan berbagai kekurangan.

2 Responses to “Yakkum Rehabilitation Centre / Pusat Rehabilitasi Yakkum”

  1. indra indra says:

    minta alamat mister kolin yang skarang….

  2. David Treacher says:

    Dear Indra

    Pak Colin sudah meninggal dunia. Untuk informasi lebih lanjut tentang Yakkum, coba lihat website berikutnya: http://www.yakkum.or.id/

Comments are moderated. Please read our terms and conditions before posting.

Leave a Reply

Our terms and conditions